Jeruzalem (2015)

Jeruzalem (2015) takutnonton.wordpress.com razedsgn takutnonton

“Legend tells us that there are three gates to hell — one is in the desert, one is in the ocean, and the last is in the holy city of Jerusalem.”

Sarah dan Rachel adalah dua orang sahabat berkewarganegaraan Amerika yang berencana liburan ke Tel Aviv untuk bersenang-senang. Namun saat di pesawat mereka berkenalan dengan seorang arkeolog muda bernama Kevin yang belakangan membuat dua orang sahabat ini membatalkan sejenak perjalanan mereka ke Tel Aviv dan memutuskan untuk ke kota suci Yerusalem dalam rangka melihat perayaan hari besar Yom Kippur. Di Yerusalem mereka melakukan beberapa perjalanan bersejarah yang menyenangkan dan menikmati indahnya kota sambil menunggu hari perayaan Yom Kippur tiba. Namun semua kesenangan itu sirna seketika saat di hari perayaan, gerbang neraka terbuka dan para iblis keluar mencari mangsa manusia dan merubah mereka menjadi sosok monster bersayap. Hanya ada dua pilihan, mereka harus mencari jalan keluar dari kota tersebut atau bergabung menjadi sosok monster bersayap.

jeruzalem review sinopsis razedsgnFilm ini adalah film berjenis mockumentary tapi dengan media yang cukup unik, yang tak lazim digunakan di film mockumentary kebanyakan seperti handheld cam, tapi menggunakan kamera dari Google Glass. Well, not literally a real Google brand but it’s kind of that. Semua dikontrol melalui sebuah kacamata dengan menggunakan perintah suara dari si pemakai mulai dari video call, membalas pesan, merekam video dan lain-lain. Hal tersebut menjadi salah satu kelebihan dari film ini karena kebanyakan penonton sering mengeluh saat menonton film mockumentary dikarenakan kamera yang terlalu sering berguncang dan membuat penonton pusing. Dengan menggunakan pengambilan gambar ala Google Glass, kamera terlihat lebih stabil.

takutnonton.wordpress.com jeruzalem razedsgn

Selain keunikan diatas, penonton juga diajak untuk menikmati suasana dan pemandangan kota Yerusalem yang dipenuhi bangunan-bangunan tua dan jalan-jalan kecil berliku. Doron Paz dan Yoav Paz selaku sutradara, yang juga dikenal dengan sebutan Paz Brothers, sudah paham betul dengan kontur tata kota Yerusalem dengan menuangkannya menjadi kota yang penuh teror dan menciptakan suasana klaustrofobia.

jeruzalem 2015 takutnonton.wordpress.com

Sayang sekali dibalik semua potensi dan kelebihan yang film ini miliki, ada sangat banyak hal negatif yang membuat film ini terasa tak menarik untuk ditonton. Salah satunya adalah kualitas akting dari para pemainnya. Danielle Jadelyn yang memerankan tokoh utama, Sarah Pullman, terlalu bising di telinga saya. Dia kerap kali menangis dan berteriak, yang menurut saya terlalu berlebihan. Pretty annoying. Bahkan saya sempat bertanya-tanya kapan dia mati, bad wishes huh? Ada suatu scene dimana dia terlihat sangat bodoh sampai-sampai saya ingin segera dia mati saja dan tak muncul di layar lagi.  Untung saja karakter Rachel Klein dapat diperankan dengan baik oleh Yael Grobglas. Mungkin seharusnya dia yang memerankan tokoh utama di film ini dibanding Jadelyn. Poor acting.

yael grobglas jeruzalem razedsgn takutnonton.wordpress.com

Untuk saya pribadi tak ada yang mengejutkan di film ini, semua terasa flat. Film ini harusnya membuat penonton merasa takut, minimal merasa kaget dengan beberapa kejutannya, tapi sayang itu semua tak tersampaikan dengan baik. Terasa lebih ke genre adventure dibanding horror. Selain itu makin ke belakang kualitas CGI-nya bagi saya terasa makin turun dan terlihat kasar. Kualitas akting yang mengerikan membuat film ini tak masuk rekomendasi dari saya untuk kalian tonton, tapi jika kalian yang kebetulan pernah ke Yerusalem dan ingin bernostalgia dengan pemandangannya ataupun ingin merasakan keunikan dari jenis mockumentary yang baru ini sebaiknya harus kuat-kuat bertahan melihat karakter utamanya yang pastinya akan sangat mengganggu. Cheers!

Advertisements

One thought on “Jeruzalem (2015)

  1. Gemees bgt ama si sarah yg begonya kebangetan..
    Saya setuju klo yg meranin sarah ini actingnya burukkkkk..
    Emg bener waktu di awal, bapak2 yg d hostel bilang sarah bodoh..tp saya gak setuju kalo sarah cantik..
    Menurut saya wajah sarah lebih cocok jd pemeran iblisnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s