A Christmas Horror Story (2015)

takutnonton.wordpress.com

Di malam natal, DJ Dan bertugas sebagai penyiar radio di Bailey Downs untuk mengabarkan beberapa kejadian baik yang sudah pernah terjadi maupun sedang terjadi. Tanpa disangka, di malam itu terjadi beberapa kisah yang kurang menyenangkan dimana malam natal berubah menjadi malam yang mencekam bagi segelintir orang. Sekelompok remaja yang mencoba mengendap masuk ke dalam sekolah untuk membuat film dokumenter tentang pembunuhan di malam natal pada tahun lalu, sepasang suami istri yang mengalami kejadian buruk setelah anaknya berubah menjadi sosok berbeda, sebuah keluarga yang sedang mengalami kesulitan finansial hingga akhirnya berujung pada kemunculan Krampus-sosok iblis di malam natal, dan yang terakhir adalah munculnya wabah zombie di tempat kerja Santa Klaus.

A Christmas Horror Story takutnonton.wordpress.com

Lima cerita digabung menjadi satu, wow! Uniknya lagi kelimanya memiliki satu titik yang saling berhubungan dalam cerita. Sebenarnya hanya ada empat cerita, namun karena ada scene lain yang menjadi jembatan dari keempat cerita itu maka saya menganggapnya ada lima. Idenya menggabungkan malam natal nan ceria dengan kisah pertumpahan darah menurut saya cukup menarik. Namun sayang tak ada tensi horor yang terbangun dengan baik di film ini dikarenakan gaya penyajiannya yang berpindah-pindah. Jadi ketika tensi horor itu sedah mulai terbangun, scene berpindah lagi ke cerita lainnya dan begitu seterusnya. Berbeda seperti Trick ‘r Treat (2007) yang penyajian ceritanya langsung habis di tiap judul dan tidak berpindah-pindah, meskipun dua film ini sama-sama menyuguhkan lima cerita.

A Christmas Horror Story (2015) takutnonton

Untuk masalah gore level-nya menurut saya cukup bisa diterima meskipun di bagian cerita Santa cukup banyak adegan sadis karena memang sesuai dengan temanya yaitu zombie outbreak, dimana masih sama seperti tipikal film zombie kebanyakan, ada adegan kepala pecah, leher terpotong, dan lain-lain. Kualitas akting juga standar, bagi saya yang kualitas aktingnya paling menonjol cuma William Shatner yang berperan sebagai DJ Dan dan Olunike Adeliyi sebagai Kim yang memerankan sosok ibu yang tanguh. Selain itu, secara personal ada satu yang tak saya sukai, yaitu akting dari Zoe De Grand Maison yang berperan sebagai Molly, dari awal film sampai akhir saya merasa dia selalu menampilkan ekspresi wajah yang saya, which is really annoyed me. Sampai-sampai saya merasa “enek” melihat wajahnya.

A-Christmas-Horror-Story-still-03

Dari semua cerita, hanya ada satu cerita yang paling saya sukai yaitu di cerita kebangkitan Krampus, cuz i do personally like demon movie thingy, sayang eksekusinya terlalu dibawah standar. Cheesy dimana-mana dan terkesan terburu-buru untuk disudahi meskipun dibagian akhir ada twist. Untuk cerita lain menurut saya biasa saja malah terkesan bertele-tele seperti cerita sekelompok remaja yang menginvestigasi pembunuhan di sekolahnya.

A Christmas Horror Story (2015) takutnonton razedsgn

Saya tak menyukai gaya penyajian film ini yang selalu berpindah-pindah meskipun saya juga tak yakin apakah film ini bisa lebih bagus jika disajikan dengan struktur antologi seperti film-film kebanyakan. Namun satu yang pasti, film ini cocok disuguhkan di dua momen yang tepat yaitu hari natal dan halloween, mengapa demikian? Karena film ini memang bertemakan natal namun sebenarnya justru dirilis untuk memperingati hari halloween. Jadi terserah anda untuk memilih momen mana yang tepat. Hohoho.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s