Zombeavers (2014)

large_MV5BNTMzMzc4ODc1M15BMl5BanBnXkFtZTgwMTM0MTgxMTE_._V1__SX1216_SY691_

Berang-berang. Ya berang-berang, mereka berubah menjadi zombie dan mencoba meneror sekelompok gadis kuliahan (entah mereka masih gadis atau bukan) yang sedang berlibur melepas penat. Disaat mereka sedang bersenang-senang tanpa gangguan pria dan alat komunikasi, tiba-tiba pacar mereka secara diam-diam ikut menyusul dan berkumpullah mereka semua. Dilain pihak, para berang-berang menjadi senang karena bisa mendapat calon korban yang lebih banyak lagi.

ZOMBEAVERSCAST2

Mungkin itu adalah sinopsis terpendek yang pernah saya tulis di blog ini, bukan karena saya sedang malas, tapi memang film ini tidak berbobot sama sekali. Kira-kira memang hanya seperti itu garis besarnya. Pas-pasan. Hanya menjual keseksian pemeran wanitanya saja, which is menurut saya itupun nanggung. Ada banyak sekali kekurangan dalam film ini, saking banyaknya saya sampai bingung untuk membahas yang mana. Efek gorenya juga terlihat murahan untuk ukuran produksi Universal Pictures.

zombeavers_1

Berang-berang di film ini bahkan jauh lebih pintar dibanding manusianya, sorry to say. Padahal sesuatu yang telah berubah menjadi zombie seharusnya sudah terganggu otaknya, tapi yang saya tangkap justru manusianya yang mengalami gangguan berpikir. Tidak perlu saya jelaskan lagi dibagian mana letak kebodohannya, saya yakin anda akan dengan mudah menemukannya sendiri saat menonton film ini. Tema zombienya memang unik dan setau saya belum ada film sebelumnya yang menjadikan berang-berang sebagai zombie, sayang pengaplikasiannya amat sangat konyol.

aZRcH8Dr7L5l

Mengingat film zombie belakangan ini mulai langka dan kalau pun ada terkesan b-class, saya sebenarnya berharap cukup tinggi pada film ini apalagi dengan digandeng oleh Universal Pictures. Ada beberapa film zombie yang terkesan konyol tapi tetap bernilai epic, sebut saja Braindead (1992). Melihat dari kekonyolan judul saja, saya berandai-andai Zombeavers bisa mengikuti jejaknya. Ternyata saya salah. Jangan sekali-sekali berekspektasi terlalu tinggi untuk Zombeavers sekalipun film ini diproduksi oleh Universal Pictures.

zombeavers

Berang-berang dicampur dengan zombie, perpaduan itu hampir sama jika diibaratkan dengan es krim yang dicampurkan dengan kecap asin. Unik! Tapi soal rasa? Mungkin belakangan. Agar orang tertarik untuk tertarik merasakan harusnya perpaduan itu dikemas dengan cara sebaik mungkin, mengingat perpaduannya bukanlah hal yang lazim. Tapi bagi saya yang terlanjur merasakan, jujur saya kapok, dalam artian saya tidak akan merekomendasikan film ini ke siapapun, tapi kalau anda penasaran, silakan mencoba. Jika kalian ingin mencoba untuk menonton, jangan anggap ini sebagai film horror tapi anggap saja film komedi tanpa embel-embel horor sama sekali.  Sekian.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s