Livid (2011)

livid cover

Berkisah tentang kehidupan Lucie yang sedang magang sebagai petugas sosial yang merawat para lansia dan berada dibawah supervisi Catherine Wilson sebagai mentornya. Suatu ketika mereka singgah melaksanakan pekerjaan mereka di sebuah mansion besar yang hanya dihuni oleh seorang wanita renta berusia lebih dari seratus tahun yang tertidur koma yang bernama Jessel. Wilson bercerita bahwa Jessel adalah pelatih balet yang terkenal dan memiliki banyak kekayaan, konon kekayaan itu disembunyikan dalam mansion itu. Wilson berkata bahwa ia telah mencari di semua sudut dalam mansion itu namun tak kunjung ia temukan. Latar belakang kehidupan yang keras dari Lucie membuatnya memutuskan untuk merampok dan mencari harta karun tersebut dengan dibantu oleh pacarnya yang bernama William dan adik pacarnya, Ben. Mereka akhirnya menyadari bahwa harta karun tersebut ternyata bukanlah sesuatu yang mereka harapkan. Mereka pun akhirnya berusaha keluar dari mansion yang memenjarakan itu, sampai akhirnya satu per satu misteri dalam rumah itu mulai terkuak. Seperti apakah harta karun itu? Mampukah mereka meloloskan diri dari tempat angker tersebut?

heterochromia

Sudah pernah menonton Inside (2007)? Ya film itu disutradarai oleh orang yang sama, Alexandre Bustillo dan Julien Maury. Saya berharap Livid masih mengadopsi konsep yang tidak jauh berbeda dari film mereka sebelumnya, tapi sayangnya mereka berniat membuat sesuatu yang agak eksperimental tapi masih dalam balutan horror. Meskipun menurut saya itu gagal. Untuk saya pribadi, hal menarik dari film ini tak lebih banyak dari hal negatifnya.

Livide horror

Film ini dibangun dengan alur yang sangat lambat, jujur saya sempat tertidur di pertengahan film. Mungkin secara visual film ini memang cukup bagus, namun membosankan. Dan makin kesini mulai terungkap ternyata ini adalah perpaduan antara horror, drama, vampire, dan ala-ala fairy-tale fantasy, which is weird and to be honest i’m not a fan of vampire movies. Sayangnya, porsi masing-masing aspek dalam film ini digarap serba setengah-setengah. Film ini terasa seperti dark fairy tale tapi kurang optimal karena perpaduan nuansa horror-nya kurang menyatu seperti beberapa adegan visual yang terkesan dipaksakan dan maksudnya tak dapat dimengerti. Disebut drama juga nanggung, karena penokohan dari tiap karakter juga terkesan seadanya dan tak mendalam.

livide flying ballerina

Ada sangat banyak plot hole di film ini yang tak terjawab. Terkesan lebih mementingkan visual namun menomorduakan kekuatan cerita dan pengembangan karakter tiap tokoh. FIlm ini juga lebih memilih untuk menjawab pertanyaan “siapa” dibandingkan pertanyaan “mengapa”. Scoring yang merdu, setting tempat yang menawan, dan aspek visual yang indah jadi terkesan sia-sia. Bad script. Apakah film ini masih layak tonton? Tergantung kalian masing-masing, kalau kalian merasa enjoy saat menonton film ini berarti film ini masih layak untuk masuk daftar rekomendasi, tapi bagi saya pribadi tidak.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s