Angst (1983)

MV5BMjE3MTc2Mzk0MF5BMl5BanBnXkFtZTcwNTU2NDE2MQ@@._V1_SY317_CR4,0,214,317_AL_

“I just love it when women shiver in deadly fear because of me. It is like an addiction, which will never stop”

Kegilaan dari sepenggal kalimat itu akan terus kalian rasakan saat menonton kisah serial killer ini. Film ini berdasarkan dari kisah nyata psikopat asal Salszburg Austria bernama Werner Kniesek. Dimulai dengan penuturan narasi dari balik penjara yang menceritakan bagaimana pria ini bisa berada di balik penjara. Setelah bebas dari tahanan, tujuan pria ini hanya satu, sesegera mungkin mencari target berikutnya yang bisa dia ajak “bersenang-senang”. Akhirnya dia berhasil menemukan korban berikutnya, seorang sopir taksi perempuan. Karena terlalu excited, perempuan itu menyadari keanehan dari psikopat ini dan menggagalkan rencana pembunuhan dirinya. Pria tersebut akhirnya kabur dan mencoba untuk mencari mangsa lainnya. Pilihannya jatuh pada sebuah rumah borjuis yang hanya dihuni oleh 3 orang yaitu seorang ibu-ibu tua dan dua orang anaknya, seorang gadis muda dan seorang pria dewasa yang mengalami keterbelakangan mental. And the party begins!

angst2

Saya tidak akan panjang lebar bercerita tentang jalan cerita, karena seperti kebanyakan film tentang serial killer, harus ada korban tak berdaya yang harus mati. Storyline-nya sangat simpel dan sederhana. Namun ada beberapa hal yang menarik dari film ini yang tak dimiliki kebanyakan film serial killer lainnya yaitu film ini sangat minim dialog, lebih dari 90% adalah narasi dari kata hati si psikopat. Tak hanya sekedar memperlihatkan adegan pembunuhan, Gerald Kargl menempatkan penonton langsung di pikiran si psikopat sehingga mau tak mau penonton dipaksa untuk merasakan langsung apa yang dipikirkan dan dirasakan oleh si psikopat.

angst3

Tak hanya sampai disitu, Gerald juga menciptakan film ini dengan menunjukkan tiap adegan secara real time, sehingga kesan nyata dari film ini sangat terasa. Dibantu oleh Zbigniew Rybszynski yang bertanggung jawab dengan sisi sinematografinya, film ini berhasil membuat saya merasa seperti sedang menikmati film semi dokumenter, kamera terus membuntuti si psikopat melangkah dan menjelajahi tiap ruang dalam rumah. Pengambilan gambar real time, close up yang mengerikan, merupakan hasil yang menginspirasi sineas di era-era sesudahnya.

angst4

Saat tensi meningkat, adegan di film ini membuat saya sulit untuk mengedipkan mata bahkan pada bagian violence-nya. Erwin Leder memerankan tugasnya sebagai seorang psikopat dengan sangat sempurna, bahkan sampai menjurus ke necrophilia, yang entah kenapa mengingatkan saya pada salah satu adegan terkenal di film Irreversible (2002). Faktor lain yang membuat film ini menarik adalah, setelah perilisan Angst, tak ada satupun perusahaan film yang berani untuk mendistribusikan film ini karena terkait masalah sensor, sehingga berujung pada kesulitan finansial yang harus dialami oleh Gerald Karl. Namun pengorbanan Gerald terbayar dengan karya yang sangat berani, apik, dan merupakan salah satu karya serial killer terbaik yang pernah ada. Very recommended!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s