The Tortured (2010)

url

Film ini bercerita tentang Craig (Jesse Metcalfe) dan Elise (Erika Christensen), pasangan perkotaan yang memiliki kehidupan yang bahagia dengan satu orang anak. Namun kehidupan berubah menjadi kelam setelah anak mereka diculik oleh seorang pedofil sekaligus psikopat, John Kozlowski, yang diperankan oleh aktor horor yang sudah tak asing lagi wara-wiri di banyak film horror, Bill Moseley (Army of Darkness/1992, Halloween/2007). Polisi akhirnya berhasil menemukan anaknya, namun sayang nyawa anak tersebut tak tertolong karena John membunuhnya beberapa saat sebelum polisi tiba.

3_5

Pasangan ini akhirnya berjuang untuk menuntut keadilan agar John bisa dihukum seberat mungkin atas apa yang telah dia lakukan. Ternyata harapan mereka tak sesuai dengan kenyataan. Craig dan Elise akhirnya memutuskan uunuk menghakimi pembunuh anaknya dengan cara mereka sendiri. Dimulai dari rencana menculik John sampai dengan segala penyiksaan yang akan mereka lakukan. Sesuai dengan tagline film ini, “the only way to ease the pain is to inflict some”, but how far would they go?

STILL 3

From the producer of Saw. Ya, caption tersebut di poster ini membuat saya tertarik untuk menonton film ini. Saya membayangkan akan ada banyak adegan ngilu dan banyak tumpahan darah di film ini, paling tidak mendekati film Saw, ternyata saya salah. Adegan penyiksaannya bagi saya teramat sangat biasa. Cenderung membosankan dan klise. Nothing special about that torture. Selain itu, ada banyak adegan di film ini yang meninggalkan plot holes. Saya tidak akan membeberkannya, sebaiknya anda tonton sendiri saja.

tortured12

Kualitas aktingnya juga tidak cukup baik. Elise berusaha keras untuk menguras emosi penonton atas kematian anaknya, namun sayang sekali saya tak merasakan apa-apa. Bahkan saya sama sekali tak melihat setetes pun airmata dari tiap tangisan Elise, tak jauh beda dengan sinetron yang beredar di layar kaca kita tiap pagi. Mungkin memang Elise sempat menangis, tapi di bawah guyuran shower, well, how could we know? Berbeda dengan Elise, saya merasakan akting Craig sedikit lebih baik dalam menunjukkan perasaan depresinya. Overall, tak ada yang istimewa.

Beruntungnya, film ini masih menyajikan twist di endingnya sehingga tidak terlalu terasa hambar. Meskipun bagi saya, ending di film ini benar-benar kacau. Saya sebenarnya sangat ingin membahas endingnya, tapi saya tak mau membuat film ini terasa makin hambar setelah kalian baca. Yang bisa saya katakan mengenai ending ini adalah secara script idenya mungkin sangat menarik, namun pengaplikasiannya tak sebaik yang diharapkan. Hal itu hanya menimbulkan kebingungan dan pertanyaan yang tak terjawab.

Dengan durasi yang kurang lebih hanya sekitar 70 menitan, plotnya terasa sangat sempit dan terkesan tergesa-gesa sehingga film ini kurang bisa menjelaskan perasaan kehilangan, pertentangan antara moral, dan rasa sakit dari suatu siksaan. And to be honest, i feel pretty tortured with that ending. Saya harap kalian tak “tersiksa” nonton film ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s